Friday, November 24, 2017

Mohammed Bin Salman Ditunjuk Jadi Putra Arab Saudi

Mohammed Bin Salman Ditunjuk Jadi Putra Arab Saudi



Mohammed Bin salman -Ditunjukan Jadi putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman mengeluarkan kata - kata keras terhadap pemimpin tertinggi Iran. 

Ia menyebut Ayatollah Ali Khamenei sebagai "Hitler baru Di Timur Tengah". Dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan New York Times pada Hari Kamis Tanggal 23 November 2017.

Mohammed Bin Salman dia juga menjabat sebagai Menteri pertahanan Arab Saudi. Menyebut ekspansi iran di bawah kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei sebagai sesuatu yang harus dikonfrontasi.

"Kita tidak ingin Hilter baru di Iran baru di Iran mengulangi apa yang pernag terjadi di Eropa ke Timur Tengah". Kata Mohammed Bin Salman seperti dikutip dari Al Arabiya pada Hari Jumat (24/11/2017).

Sang pewaris takhta Kerjaan Arab saudi itu menanmbahkan, Perang Di Yaman akan menguntungkan pihaknya. Mohammed Bin Salman mengklaim Militer negaranya dan sekutu telah mengendalikan 85 persen Wilayah Yaman.

Raja  salan Arab Saudi yang behaluan Sunni yang Iran yang. Syiah sejak lama menempatkan diri dalam kubu yang bertentangan pada banyak konflik di Timur Tengah.

Ketenangan kian meningkat bulan ini ketika Perdana. Menteri Lebanin yang adalah sekutu Saudi mengundurkan diri dan mengumumkan keputusannya lewat  siaran televisi dari riyandh.

Menyebut pengaruh Hizbullah yang di dukung Iran. Lebanon serta risiko terhadap nyawanya. Menjadi alasan mundur. Di sisi lain Hizbullah membantah tunduhan yang dialamatkan ke pihaknya. Belakangan harini memutuskan memunda lengser.

Sementara Raja Salman Arab saudi telah melancarkan ribuan serangan udara dalam perang di Yaman. Untuk mengalahkan kubu Houthi yang bersekutu dengan iran yang menguasai bagian luas wilayah teritorial Yaman.

Putra Raja Mahkota mengklaim perang tersebut akan mengutungkan pihaknya. Namun faktanya cengkeranamn kubu Houthi masih kuat sekitar 10.000 orang tewas dalam konflik di Yaman. Rakyat negara ini sudah terancam krisis kelaparan.

Houthi sempat meluncurkan serangan balasan dengan mengrimkan rudal balistik ke bandara Riyadh pada tanggal 4 November 2017. Kala itu Raja Arab Saudi menuding langkah sebagai genderang perang oleh Teheran.

No comments:

Post a Comment