Ratusan Warga Bogor Diungsikan Akibat Kebakaran 60 Rumah Ludes
"Kebanyakan yang datang untuk cek kesehatan adalah para orangtua. Mereka ngeluh gatal-gatal, ada juga yang hipertensi. Tapi sudah kita tangani," ungkap Martin.
Martin menambahkan, PMI Kota Bogor telah menerjunkan 25 orang untuk membantu korban pengungsi dalam menangani masalah kesehatan. Sejauh ini belum ada warga yang harus dilarikan ke rumah sakit akibat penyakit yang dideritanya. Kondisi kesehatan para korban pengungsi masih dapat ditangani tim kesehatan PMI maupun Dinas Kesehatan Kota Bogor.
"Pas waktu kejadian, karena warga panik sehingga sulit dikendalikan. Ada warga yang terjatuh, tapi sudah diobati. Kita juga sediakan dua unit ambulans," kata Martin.
BPBD Kota Bogor mulai menginventarisir bantuan yang masuk untuk para warga pengungsi korban kebakaran Kampung Gudang, Bogor. Dari hasil pendataan, kebutuhan dasar yang paling dibutuhkan oleh para pengungsi adalah bantuan makanan, susu, dan obat-obatan untuk anak-anak dan balita.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Bogor Indra mengungkapkan, sejauh ini bantuan berupa pakaian sudah cukup terpenuhi. Sehingga, pihaknya menyarankan para pemberi bantuan lebih fokus menyalurkan bantuannya yang lebih dibutuhkan.
"Penyaluran bantuan berupa pakaian kita setop dulu, tapi kalau ada yang memberi itu tetap kami terima. Yang dibutuhkan saat ini, ya sifatnya sandang, seperti makanan, obat-obatan, susu, serta perlengkapan untuk anak-anak dan balita," ungkap Indra.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemenuhan Anak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor, Sri Agustini mengatakan, korban anak dan perempuan masih difokuskan untuk mendapat bantuan barang kebutuhan pangan dan sandang.
Untuk diketahui, kebakaran terjadi di Kampung Gudang, RT 005/RW 001, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (25/12). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat, 60 rumah terkena dampak dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 271 jiwa atau 76 kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggalnya.
Hingga saat ini, hasil pendataan yang dilakukan BPBD Kota Bogor, mereka yang menempati posko pengungsian sementara di gedung sekolah SD Empang 4 ada 122 jiwa atau 34 kepala keluarga. Sisanya lebih memilih tinggal di rumah sanak saudaranya atau di rumah tetangga yang tidak terkena dampak kebakaran

No comments:
Post a Comment