Thursday, May 10, 2018

Terorisme Masih Menjadi Ancaman Bagi NKRI

PEMAINBANDARQ
Terorisme Masih Menjadi Ancaman Bagi NKRI

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan peristiwa di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, menjadi peringatan dan pelajaran bahwa terorisme masih merupakan ancaman bagi Bangsa dan Negara Indonesia.

Terkait terorisme, dia mengatakan, tidak ada satupun negara di dunia yang terbebas dari ancaman. Terorisme tidak ada kaitan dengan ajaran agama tertentu. Motif terorisme bisa karena ekonomi, politik, kebudayaan, identitas dan ideologi baik agama maupun politik.

Penanganan terorisme, menurut Abdul, harus dilakukan pencegahan dan pemberantasan secara komprehensif melibatkan berbagai pihak. Polisi sebagai aparatur keamanan bertanggung jawab terhadap penindakan.

Untuk pencegahan dapat dilakukan oleh elemen masyarakat termasuk organisasi agama, kepemudaan, media massa dan sebagainya. Pendekatannya juga harus menyeluruh, baik ekonomi, politik, pendidikan, olah raga, seni-budaya, agama dan sebagainya," katanya seperti dilansir dari Antara, pada hari Kamis pada tanggal 10/05/2018.

Dia mengatakan, Kapolri Tito Karnavian perlu segera melakukan evaluasi atas kinerja jajarannya, termasuk penggunaan Mako Brimob sebagai tempat penahanan para tersangka tindak pidana.

Selain itu, dia mengatakan polisi harus mengedepankan proses investigasi terhadap penyebab kejadian secara seksama dan bijaksana. "Jika ternyata ditemukan kesalahan dan keteledoran sudah seharusnya Kapolri memberikan sanksi yang tegas kepada jajarannya," ujar Abdul.

Dia juga mengatakan PP Muhammadiyah menyampaikan duka cita kepada keluarga mereka yang meninggal dalam kerusuhan di Mako Brimob. PP Muhammadiyah, kata dia, sangat prihatin atas kekerasan yang terjadi di Mako Brimob.

No comments:

Post a Comment