![]() |
| PEMAINBANDARQ |
Polisi Surabaya Meminta Untuk Usut Tuntas Teror Penembakan Ke Pejabat Pemkot
Gerakan Pemuda Ansor mengaku geram mendengar kepala Dinan perumahan rakyat dan kawasan permukiman cipta karya dan Tata Ruang di kota surabaya, Ery Cahyadi menjadi korban teror orang tak di kenal pada hari rabu pada tanggal 14-03-2018 malam. apalagi selain seorang pejabat di lingkungan pemkot surabaya Ery juga Dewan Penasehat Gerakan Pemuda Ansor.Tak urung, insiden penembakan mobil korban itu memicu kemarahan badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) bidang kepemudaan ini. Dan ini menjadi atensi khusus bagi GP Ansor di Kota Surabaya.
Karena Ery bagian dari keluarga besar, lanjutnya, tentunya GP Ansor tidak terima kalau anggotanya disakiti. "Mas Ery itu keluarga besar GP Ansor Surabaya. Beliau adalah dewan penasehat. Karena itu kami tidak terima beliau disakiti. Ini jelas teror yang harus diungkap motif dan otak pelakunya."
Meski memberi apresiasi atas tindakan cepat pihak Polrestabes Surabaya yang telah menangkap terduganya, GP Ansor tetap akan membentuk tim khusus untuk ikut membantu pihak kepolisian mengusut tuntas dan gamblang kasus ini. Sebab ada indikasi penembakan ini direncanakan termasuk adanya pihak yang menyuruh duga Afif.
Dia menjelaskan, tim investigasi yang dibentuk GP Ansor nanti, akan melibatkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Surabaya dan Banser untuk mengawal proses penanganan kasus ini sampai ke pengadilan.
Karena menurut Afif, ini penting sebagai bentuk pelajaran bagi pihak lain agar jangan seenaknya melakukan teror dan kekerasan. "Hal ini demi tegaknya konstitusi dan penegakan hukum. Siapapun yang terlibat harus diadili di pengadilan dan mendapatkan hukuman yang setimpal," tegasnya dengan nada tinggi.
Tak hanya mengawal kasusnya, alumnus pasca-sarjana Universitas Airlangga (Unair) ini juga memerintahkan Banser untuk memberikan pengawalan terhadap Ery dan keluarga sampai yang bersangkutan merasa aman beraktivitas seperti semula.
Secara psikologis, katanya, Ery sebagai korban pasti mengalami trauma. Ini menandakan pelaku sangat percaya diri atau ada orang kuat yang melindungi. Ansor memiliki personel Banser terlatih. Mereka sudah saya perintahkan mengawal secara tertutup dan terbuka kepada Mas Ery dan keluarga.
Sebelumnya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengungkap, bahwa pihaknya telah berhasil mengamankan terduga usai mendapat laporan kejadian. Insiden penembakan itu terjadi di rumah korban, yaitu di Perumahan Puri Karah Kencana, Kecamatan Jambangan.
Saat kejadian, mobil Toyota Nopol L 88 EC milik Ery terparkir di rumah. Kemudian dibrondong tembakan yang mengenai kaca belakang mobil. Ada tiga lubang bekas peluru pada kaca mobil Ery.
Usai menembaki mobil korban, terduga yang mengendarai mobil Toyota FJ Cruiser berputar-putar di sekitar lokasi untuk menghilangkan jejak. Sementara polisi yang menerima laporan, langsung menurunkan tim dari Unit Resmob Sat Reskrim dan Sat Lantas Polrestabes Surabaya untuk melakukan pengejaran.
Dari keterangan di TKP, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dan mobil yang digunakan. "Setelah memperoleh keterangan di TKP, kami langsung melakukan pengejaran," kata Rudi.
Terduga berhasil ditemukan di Jalan Ahmad Yani. Namun, saat hendak diamankan, pelaku masih sempat memacu kendaraannya dan hendak menabrak petugas yang mengadang. Pengejaranpun kembali dilakukan petugas hingga sekitaran Bundaran Waru (perbatasan Surabaya-Sidoarjo).
Kali ini, terduga tak berkutik di hadapan petugas karena mobilnya terkepung mobil anggota Resmob yang mengejarnya. Setelah itu kami bawa ke kantor bersama mobil dan senjata laras panjang miliknya.

No comments:
Post a Comment