Monday, April 2, 2018

Tulung Pinggul Tak Membuat Lastri Menyerah Mengerjakan UNBK

PEMAINBANDARQ

Tulung Pinggul Tak Membuat Lastri Menyerah Mengerjakan UNBK

Lastri Lestari (17), siswi SMK Negeri 1 Pundong, Kabupaten Bantul, DIY mengerjakan soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di ruang OSIS, Senin (2/4). Dengan terbaring lemas di tempat tidur, dia konsentrasi mengerjakan UNBK.

Lastri mengidap penyakit Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) yang menyebabkan kelumpuhan pada tulang pinggul ke bawah. Lastri datang ke SMK Negeri 1 Pundong dengan menggunakan mobil ambulans milik Puskesmas Pundong. Ditemani ibu dan petugas, Lastri berangkat pukul 09.40 WIB dan tiba di sekolah pukul 10.00 WIB.

Setibanya di sekolah, siswi kelas XII Teknik Audio Visual (TAV) ini langsung disambut gurunya. Lastri yang dalam kondisi terbaring di atas tempat tidur kemudian menyalami sang guru yang kemudian dibalas dengan sebuah pelukan dari guru tersebut.

Putri pasangan Alm Sogiman dan Sitiyem (50) ini pun kemudian diantar ke ruang OSIS. Di ruang OSIS inilah Lastri akan mengerjakan soal UNBK SMK. Sedangkan teman-teman Lastri lainnya mengerjakan di ruang kelas. UNBK SMK yang diikuti Lastri dimulai pada pukul 10.30 WIB.

Ditemani seorang pengawas dan pendamping, Lastri mengerjakan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia. Karena kondisi mengharuskannya berbaring, Lastri mengerjakan soal melalui layar monitor tetapi dengan cara manual menggunakan kertas lembar jawab.

Kakak Lastri, Ani Suryani (24) menjelaskan, adiknya mengidap ITP sejak September 2017. Awalnya Lastri mengeluh mengalami pendarahan pada gusinya. Kemudian Lastri pun diperiksakan ke dokter.

"Setelah dicek ternyata trombositnya cuma 5000, kan dikit banget itu. Waktu itu periksa di RS Sardjito, terus dikasih obat. Awalnya adik saya masih bisa jalan tapi pelan-pelan. Ternyata efek obat yang dikasih terjadi pengeroposan tulang. Satu hari diminta minum 10 tablet. Dengan komposisi pagi 4 tablet, siang 4 tablet dan malam 3 tablet. Akhirnya bulan Desember mulai tidak bisa jalan," urai Ani.

Karena kondisinya tak juga membaik keluarga pun berinisiatif memindahkan pengobatan yang semula di RSUP Dr. Sardjito ke RS Panembahan Senopati Bantul. Sudah beberapa kali Lestari menjalani perawatan di sana.

Rencana besok mau fisioterapi di RS Penambahan Senopati setelah ujian selesai. Semoga saja hasil fisioterapinya bagus sehingga adik saya tidak harus operasi dan cepat sembuh.

No comments:

Post a Comment